1. Aspek Psikologis Dari Individu Pengguna Internet
Internet mampu memberikan dampak negatif bagi penggunanya, khususnya dikalangan remaja? Apalagi pengguna internet yang berlebihan dapat merubah pola hidup masyarakat menjadi negatif, terutama bagi para remaja berusia 8-12 tahun. Bahkan media masa di Indonesia menyoroti kecenderungan meningkatnya korban remaja akibat penggunaan facebook, dan Komisi Perlindungan Anak paling tidak mencatat 100 laporan pengaduan dengan korban anak-anak dan remaja akibat penggunaan negatif interaksi dunia maya.
Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah sama sekali identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang sifatnya virtual dan karakteristik seseorang indvidu.
Faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri. Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh orang lain siapa dia sebenarnya.
Internet mampu memberikan dampak negatif bagi penggunanya, khususnya dikalangan remaja? Apalagi pengguna internet yang berlebihan dapat merubah pola hidup masyarakat menjadi negatif, terutama bagi para remaja berusia 8-12 tahun. Bahkan media masa di Indonesia menyoroti kecenderungan meningkatnya korban remaja akibat penggunaan facebook, dan Komisi Perlindungan Anak paling tidak mencatat 100 laporan pengaduan dengan korban anak-anak dan remaja akibat penggunaan negatif interaksi dunia maya.
Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah sama sekali identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang sifatnya virtual dan karakteristik seseorang indvidu.
Faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri. Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh orang lain siapa dia sebenarnya.
Karakteristik
seseorang akan telihat berbeda, ketika dia berada didunia nyata dengan saat dia
berada di jejaring sosial. Saat didunia nyata mungkin dilihat karakternya
sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau tidak asik untuk diajak berbicara,
namun lain halnya saat didunia maya. Karakter dia menjadi anak yang mudah
bergaul dan asik untuk diajak bebicara.
Dalam
jurnal ini paparkan oleh Vivi Sahfitri bahwa : Berdasarkan hasil pembahasan dan
analisa yang telah dilakukan serta sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian,
maka diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan
uji korelasi dan regresi diperoleh fakta bahwa secara parsial tidak ada
hubungan atau pengaruh yang signifikan antara Variabel pemanfaatan e-learning
terhadap Prestasi belajar mahasiswa. Pada Kondisi ini
dapat dijelaskan secara sendiri-sendiri atau parsial tidak terdapat pengaruh
pemanfaatan e-learning terhadap prestasi belajar Mahasiswa.
2. Pengaruh
secara parsial dari variabel pemanfaatan e-learning dengan kemampuan
pemahaman mahasiswa berdasarkan uji yang telah dilakukan menunjukkan
adanya pengaruh yang signifikan. Pada Kondisi ini dapat dijelaskan secara
sendiri-sendiri atau parsial terdapat pengaruh pemanfaatan
e-learning terhadap kemampuan pemahaman mahasiswa.
3. Hasil
pengujian regresi yang dilakukan secara bersama-sama atau uji serentak di
peroleh hasil bahwa Pengaruh secara bersama dari variabel pemanfaatan
e-learning dengan Prestasi belajar mahasiswa dan
kemampuan pemahaman Mahasiswa menunjukkan pengaruh yang signifikan dan positif.
Karakter Kepribadian Pengguna Internet
Kepribadian adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya. Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang digunakan untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya.
Orang yang dalam dunia
nyata terkenal pendiam, bisa menjadi pembual di dunia online. Hal ini kental
dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya yang nyata
(real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut sebagai dunia
virtual dan dengan identitas yang anonim.
Aspek Demografis Dari Individu Penggunaan Internet
Aspek Demografis Dari Individu Penggunaan Internet
2. Aspek Demografis dari Individu Pengguna
Internet
1.
Gender
·
Dampak positif internet
Dilihat dari segi positif nya internet memiliki banyak sekali dampak yang
sangat luar biasa hebatnya pada dunia pengetahuan. Para wanita karir maupun ibu
rumah tangga kini dapat memiliki banyak sumber dan pedoman serta
informasi-informasi untuk dunia kerja maupun keperluan sehari-hari misalnya :
informasi untuk pekerjaan ,informasi resep makanan bagi ibu rumah tangga.
Selain
program didalam dunia kerja, internet juga menawarkan aplikasi berbentuk
permainan elektronik yang pada umumnya tidak secara khusus diberi muatan
pendidikan formal tertentu. Permainan elektronik tersebut membantu wanita
karier untuk menghilangkan kejenuhan dalam berkerja, membuat strategi,
membangkitkan semangat kepemimpinan, dan bermain peran (role play).
Internet
juga bisa menjadi tempat bisnis bagi wanita yaitu dengan online shop dengan
begitu wanita bisa mempunyai penghasilan sendiri namun ia tetap bisa dirumah
mengurus keluarganya .
Internet
telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet
mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun
dapat kita lakukan baik positif maupun negative.
·
Dampak negatif internet
1)
Kejahatan di dalam dunia maya
2)
Pornografi
3)
Kekejaman dan Kesadisan
4)
Penipuan
5)
Penipuan belanja online
6)
Perjudian
7)
Mengurangi sifat sosial manusia
2.Usia
Masa
anak-anak adalah masa keemasan dimana anak-anak berada dalam masa bermain
serta belajar terhadap apa yang belum diketahuinya. Tapi, dimana sekarang perubahan teknologisemakin pesat, banyak anak-anak
terutama pada anak yang berusia 5 hingga 12 tahun lebih menyukai bermain dengan
teknologi baru seperti playstation, game online, handphone, tablet ataupun
ipad.
·Dampak
positif
1.
Memudahkan anak mendapatkan informasi dengan lebih cepat.
2.
Anak dapat mengenal serta menjalin komunikasi dengan berbagai orang
dari belahan dunia.
3. Akibat kemajuan teknologi, banyak permainan-permainan kreatif
dan menantang yang ternyata banyak disukai oleh anak-anak.
·Dampak
negatif
1. Anak terlalu cepat puas dengan pengetahuan yang didapatnya dari
dunia.
2.
Karena teknologi memberikan banyak kemudahan, tidak sedikit anak-anak tidak
sabar dalam menghadapi kelambatan dan kesulitan.
3.
Selain itu, kemajuan teknologi berdampak pada kurangnya sosialisasi anak pada
teman-temannya karena lebih menyukai menyendiri dengan permainan teknologinya.
3.Budaya
Pada
masa sekarang, kita semua pasti tahu bahwa kemajuan teknologi terasa begitu
sangat pesat. Pesatnya kemajuan ini tentunya membawa banyak perubahan terhadap
kebudayaan di Indonesia. Tidak bisa di pungkiri bahwa kemajuan teknologi
informasi ini memang harus terjadi di Negara Indonesia ini, agar Negara
Indonesia tidak kalah saing dengan Negara lain.
·Dampak Positif
1.
Pertukaran informasi berlangsung sangat cepat.
2.
Memudahkan pekerjaan manusia.
3.
Pekerjaan yang dilakukan seseorang menjadi lebih efektif dan efisien
4.
System pembelajaran tidak harus tatap muka dengan guru karena dengan kemajuan
TIK khusunya Internet kita bisa melakukan V-class. Dan masih banyak yang
lainnya.
·Dampak negative
1.
Masuknya budaya asing yang tidak baik.
2.
Lupa akan waktu
3. Merosotnya
nilai moral
3. Kasus dari internet Addiction disorder
Pada
awalnya pengertian addiction hanya ditunjukan pada kasus penyalahgunaan
obat-obatan (eg. Walker 1989), seperti definisi yang diungkapkan oleh American
Psychiatric Association’s diagnostic and Statistic Manual of Mental disorders
yang menjelaskan addiction sebagai suatu ketergantungan secara fisik
terhadap zat kimia yang mengakibatkan withdrawal symptoms jika zat tersebut
tidak dikonsumsi.
Dengan Internet Addiction Disorder (IAD), menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sidney antara lain:
1. Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada.
2. Jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai Internet.
3. Jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
4. Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan.
Jenis-Jenis Internet addiction
Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a. Cybersexual Addiction
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
d. Information Overload
Menurut Thombs (2006), adiksi dapat dilihat dari berbagai perspektif, diantaranya seperti perilaku tidak bermoral, penyakit dan perilaku maladaptif. Dimana peneliti ini lebih cenderung condong pada perilaku maladaptif dalam memandang fenomena adiksi, yang menjelaskan bahwa sebenarnya adisi berada di bawah pengaruh lingkungan, keluarga dan sosial. Perilaku ini sendiri berakibat merusak baik bagi pecandu, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan Internet Addiction Disorder (IAD), menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sidney antara lain:
1. Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada.
2. Jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai Internet.
3. Jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
4. Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan.
Jenis-Jenis Internet addiction
Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a. Cybersexual Addiction
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
d. Information Overload
Menurut Thombs (2006), adiksi dapat dilihat dari berbagai perspektif, diantaranya seperti perilaku tidak bermoral, penyakit dan perilaku maladaptif. Dimana peneliti ini lebih cenderung condong pada perilaku maladaptif dalam memandang fenomena adiksi, yang menjelaskan bahwa sebenarnya adisi berada di bawah pengaruh lingkungan, keluarga dan sosial. Perilaku ini sendiri berakibat merusak baik bagi pecandu, keluarga, maupun masyarakat.
Contoh : Seorang
anaka/remaja yang merupakan sesorang siswa yang rajin,sopan dan mempunyai pola
hidup teratur. Tapi sejak ia mengikuti ajakan temannya untuk bermain game dan
ia mulai merasakan adanya kenikmatan tersendiri yang ia dapatkan dari dari
dunia maya, sesama gamers yang secara perlahan akan mengubah pola kebiasaannya.
Dan ini adalah awal dari perubahan terhadap interaksi dan terhadap kebiasaan-kebiasaan dalam dirinya. Dan kebanyakan perubahan interaksi dan kebiasaan tersebut memberikan nilai-nilai negative yang nyata.
Tanpa di sadari perubahan yang akan terjadi yaitu; Mulai berbicara kasar dan kotor, melihat situs-situs porno, aktifitas di dunia nyata terbengkalai, adanya perubahan pola makan dan hidup sehat (Perubahan pola istirahat dan pola makan sudah jamak terjadi pada gamers karena menurunnya kontrol diri. Waktu makan menjadi tidak teratur dan mereka sering tidur pagi demi mendapat happy hour)~ internet murah pada malam-pagi hari.
Jangan biarkan kebiasaan yang mengubah anda, tetapi andalah yang harus mengubah kebiasaan.
Dan ini adalah awal dari perubahan terhadap interaksi dan terhadap kebiasaan-kebiasaan dalam dirinya. Dan kebanyakan perubahan interaksi dan kebiasaan tersebut memberikan nilai-nilai negative yang nyata.
Tanpa di sadari perubahan yang akan terjadi yaitu; Mulai berbicara kasar dan kotor, melihat situs-situs porno, aktifitas di dunia nyata terbengkalai, adanya perubahan pola makan dan hidup sehat (Perubahan pola istirahat dan pola makan sudah jamak terjadi pada gamers karena menurunnya kontrol diri. Waktu makan menjadi tidak teratur dan mereka sering tidur pagi demi mendapat happy hour)~ internet murah pada malam-pagi hari.
Jangan biarkan kebiasaan yang mengubah anda, tetapi andalah yang harus mengubah kebiasaan.
Penyebab dan Solusi Kecanduan internet
Kebanyakan orang yang
kecanduan internet ini dikarenakan mereka menemukan kepuasan di internet, yang
tidak mereka dapatkan di dunia nyata. Kebanyakan mereka terperangkap pada
aktivitas negatif seperti chatting games, judi dan sex online. walaupun ada
beberapa aktifitas positif yang menyebabkan kecanduan seperti blogging, social
networking(facebook,friendster,myspace), dan lainnya.
Mereka yang kecanduan internet seakan akan hidup di dunianya sendiri,karena apa yang mereka inginkan selalu disediakan internet. Sehingga mereka akan merasa kehilangan & gelisah jika tidak ada koneksi internet.
Mereka yang kecanduan internet seakan akan hidup di dunianya sendiri,karena apa yang mereka inginkan selalu disediakan internet. Sehingga mereka akan merasa kehilangan & gelisah jika tidak ada koneksi internet.
Tips mengurangi kecanduan berinternet.
Fenomena diatas menandakan bahwa internet sudah mulai berhasil “menghipnotis” para penggunanya dan berarti tugas kita adalah bagaimana keluar dari kecanduan tersebut. Namanya juga kecanduan, maka waktu yang diperlukan cukup lama untuk merubah kecanduan internet menjadi sesuatu yang proporsional dimana internet benar-benar berjalan sesuai fungsinya yang positif, berikut beberapa tips untuk mengurangi kecanduan internet
- Niat yang kuat
Niat yang besar dan kuat untuk "sembuh" dan melepas kecanduan dari internet adalah suatu pangkal usaha kita karena tanpa niat yang kuat tips tips selanjutnya seakan tidak berguna. Jangan lupa usahanya dibarengi dengan doa kepada Tuhan YME
- Cari tau masalahnya
Bagi sebagian orang merasa kegundahan dan kegelisahan akan berkurang ketika sudah berinteraksi dengan internet atau yang lebih tragis lagi bisa dikatakan bila seseorang sedang “sakaw” maka akan sembuh ketika sudah menggunakan internet. Masalah yang seperti ini yang harus ditemukan dan menggantinya dengan metode lain yang lebih baik.
- Kenali Pemicunya
Kecanduan internet pun tentu ada pemicunya, apakah itu sebagai pengobat stess atau gundah? Coba cari alternatif lain misalkan dengan jalan-jalan ke gunung atau rekreasi ke tempat pariwisata.
- Kurangi dikit demi sedikit
Kebiasaan berlama-lama diinternet seperti menghabiskan waktu seharian untuk bersurfing ria tentu akan berdampak kurang baik bagi kesehatan, maka kita harus mulai berani untuk mengurangi kebiasaan itu sedikit demi sedikit.
- Ubah pola kebiasaan online
Jika kebiasaan online kita menghabiskan waktu seharian untuk berinternet yang belum tentu arahnya, maka kita harus mulai merubah kebiasaan itu dengan membuat pola baru dimana misalkan membaca email sebagai prioritas, dilanjutkan dengan membaca informasi berita setelah itu kita harus mulai berani untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak menjadi prioritas, namun aturan yang dibuat itu harus dipatuhi.
- Atur ulang jadwal rutinitas
Biasanya orang yang kecanduan internet tidak mempunyai jadwal yang teratur dalam keseharian aktifitasnya, oleh karena itu kita harus mulai mengatur ulang jadwal rutinitas kita dengan proporsional
Fenomena diatas menandakan bahwa internet sudah mulai berhasil “menghipnotis” para penggunanya dan berarti tugas kita adalah bagaimana keluar dari kecanduan tersebut. Namanya juga kecanduan, maka waktu yang diperlukan cukup lama untuk merubah kecanduan internet menjadi sesuatu yang proporsional dimana internet benar-benar berjalan sesuai fungsinya yang positif, berikut beberapa tips untuk mengurangi kecanduan internet
- Niat yang kuat
Niat yang besar dan kuat untuk "sembuh" dan melepas kecanduan dari internet adalah suatu pangkal usaha kita karena tanpa niat yang kuat tips tips selanjutnya seakan tidak berguna. Jangan lupa usahanya dibarengi dengan doa kepada Tuhan YME
- Cari tau masalahnya
Bagi sebagian orang merasa kegundahan dan kegelisahan akan berkurang ketika sudah berinteraksi dengan internet atau yang lebih tragis lagi bisa dikatakan bila seseorang sedang “sakaw” maka akan sembuh ketika sudah menggunakan internet. Masalah yang seperti ini yang harus ditemukan dan menggantinya dengan metode lain yang lebih baik.
- Kenali Pemicunya
Kecanduan internet pun tentu ada pemicunya, apakah itu sebagai pengobat stess atau gundah? Coba cari alternatif lain misalkan dengan jalan-jalan ke gunung atau rekreasi ke tempat pariwisata.
- Kurangi dikit demi sedikit
Kebiasaan berlama-lama diinternet seperti menghabiskan waktu seharian untuk bersurfing ria tentu akan berdampak kurang baik bagi kesehatan, maka kita harus mulai berani untuk mengurangi kebiasaan itu sedikit demi sedikit.
- Ubah pola kebiasaan online
Jika kebiasaan online kita menghabiskan waktu seharian untuk berinternet yang belum tentu arahnya, maka kita harus mulai merubah kebiasaan itu dengan membuat pola baru dimana misalkan membaca email sebagai prioritas, dilanjutkan dengan membaca informasi berita setelah itu kita harus mulai berani untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak menjadi prioritas, namun aturan yang dibuat itu harus dipatuhi.
- Atur ulang jadwal rutinitas
Biasanya orang yang kecanduan internet tidak mempunyai jadwal yang teratur dalam keseharian aktifitasnya, oleh karena itu kita harus mulai mengatur ulang jadwal rutinitas kita dengan proporsional
4. Etika dalam
penelitian internet (publikasi online)
Etika
berasal dari bahasa yunani yang berarti "timbul dari kebiasaan".
Etika adalah sesuatu dimana dan bagaimana seseorang mempelajari nilai dan
kualitas dari moral. Etika memerlukan sikap metodis, sistematis, dan kritis.
Objek etika adalah manusia. Etika dimulai bila manusia mereflekan unsur-unsur
etis dalam pendapat. Berikut ini adalah Etika dalam penelitian :
- Kejujuran, jujur dalam mengambil bahan-bahan dari internet, maksudnya disini dala menuliskan daftar pustaka dalam suatu penelitian.
- Memberikan kepada subjek penelitian dan melakukan penelitian jika subjek menyutujuinya.
- Memberikan hasil penelitian kepada subjek jika telah selesai melakukan penelitian.
- Menjaga kerahasian subjek, hal ini menyangkut nama, jati diri subyek, dll.
- Tidak ada Diskriminasi dalam perlakuan dalam hal apapun.
- Norma sopan santun, hal ini dilakukan agar sih peneliti dapat memperhatikan kebiasaan dalam kehidupan masyarakat.
- Norma Hukum, dilakukan jika terjadi melakukan pelanggaran.
- Norma Moral, mempunyai etika yang baik dalam melakukan penelitian.
- Kejujuran, jujur dalam mengambil bahan-bahan dari internet, maksudnya disini dala menuliskan daftar pustaka dalam suatu penelitian.
- Memberikan kepada subjek penelitian dan melakukan penelitian jika subjek menyutujuinya.
- Memberikan hasil penelitian kepada subjek jika telah selesai melakukan penelitian.
- Menjaga kerahasian subjek, hal ini menyangkut nama, jati diri subyek, dll.
- Tidak ada Diskriminasi dalam perlakuan dalam hal apapun.
- Norma sopan santun, hal ini dilakukan agar sih peneliti dapat memperhatikan kebiasaan dalam kehidupan masyarakat.
- Norma Hukum, dilakukan jika terjadi melakukan pelanggaran.
- Norma Moral, mempunyai etika yang baik dalam melakukan penelitian.
5. Faktor Penyebab Orang Melakukan
Plagiat
Plagiat atau Plagiarisme adalah
penjiplakan atau pengambilan karya, karangan, pendapat, dan sebagainya dari
orang lain serta menjadikannya seolah karya, karangan, dan pendapatnya sendiri.
Plagiat merupakan suatu tindakan mencuri hak cipta orang lain. Orang yang
melakukan tindakan plagiat disebut plagiator.
Terdapat
beberapa faktor penyebab seseorang melakukan tindakan plagiat, antara lain :
·
Kesuntukan masa dan tiada idea dalam
menyiapkan sesuatu tugasan
·
Tiada kemahiran dalam melakukan
penyelidikan
·
Sikap mereka yang melakukan plagiat
itu sendiri
· Kurang pendedahan tentang plagiat
dan undang-undang hak cipta
Upaya Mengurangi Tindakan Plagiat
Terdapat
beberapa upaya untuk mengurangi tindakan plagiat, antara lain :
· Menumbuhkan integritas pada diri
sendiri sehingga senantiasa dapat menjaga dan membantu diri dari perbuatan copy
paste tanpa menyebutkan sumber asal.
· Menggunakan software anti
plagiarisme. Dengan menggunakan software ini, maka tindakan atau
praktik-praktik plagiarisme akan terdeteksi.
· Menanamkan moral anti plagiat dalam diri sendiri. Seseorang
harus percaya diri dalam mengerjakan tugasnya. Yang dicari bukanlah nilai yang
baik dalam mengerjakan tugas, melainkan ilmu yang bermanfaat.
· Memberi penghargaan terhadap karya
orang yang tidak melakukan tindakan plagiat. Hal ini sangat berguna untuk
menumbuhkan rasa percaya diri dalam menciptakan hasil karya sendiri.
·
Tindakan yang tegas bagi para
plagiator.
http://faisetiawa.blogspot.co.id/2015/01/faktor-penebab-orang-melakukan-plagiat.html