- Sejarah Komunitas Online, Komunitas dan Fungsinya.
Sejarah Komunitas online,
komunitas dan Fungsinya
Komunitas online, ketika
mendengar kata ini mungkin akan terbayang dibenak kita berbagai macam situs
media social berbaris internet yang menghubungkan kita dengan banyak orang,
mulai dari orang yang kita kenal, sampai dengan orang yang belum kita kenal
sama sekali, bahkan bisa jadi bertemu dalam suatu komunitas online dengan warga
Negara lain, ketika saya mencari pengertian tentang arti sebuah komunitas, sebelum
memasuki pembahasan komunitas online, saya menemukan definisi dari sebuah
komunitas yang saya ambil dari beberapa sumber
Sejarah Komunitas Online
Facebook
Saya
yakin hampir semua pengguna gadget baik smartphone dan lain-lain sudah tak
asing dengn nama ini, inilah sebuah jejaring media social yang masih tetap
eksis diawal tahun 2014 ini, dan masih banyak pengguna yang menggunakannya,
mulai dari hanya sekedar chatting, bermain game online, sarana promosi sampai
berbagai foto-foto moment penting antar sesame usher, didirikan oleh Mark
Zuckerberg beserta teman sekamarnya dan McCollum, Dustin Moskovitz Hughes.
Facebook yang awalny hanya terbatas untuk kalangan mahasiswa yang bersekolah di
Universitas Harvard yaitu, Eduardo Saverin, Andrew ini perlahan membuka diri
pada kalangan mahasiswa di Universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah
menegah atas, dan akhirnya untuk orang yang berusia minimal 13tahun diluncurkan
pada Februari 2004, dan sampai saat ini masih banyak orang-orang yang
menggunakannya dengan berbagai fasilitas untuk berbagai macam kepentingannya.
2. Twitter
Didirikan
oleh Jack Dorsey pada tahun 2006, dan situs jejaring sosialnya pada Maret 2006,
sebagai media jejaring social, twitter juga sering dimanfaatkan untuk berbagai
macam hal, salah satunya ialah live report. Berita-berita diberbagai tempat,
bahkan sampai media berkampanye.
KOMUNITAS
Komunitas adalah sebuah
kelompok social dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan umumnya
memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu
didalamnya dapat memiliki maksut, kepercayaan, sumber daya, preferensi,
kebutuhan, resiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari
bahasa latin Communitas yang berarti kesamaan kemudian dapat diturunkan dari
komunitas yang berarti “sama, public, dibagi oleh semua atau banyak” (wenger,
2002:4). Menurut crow dan Allan, komunitas dapat terbagi menjadi 3 kompenen :
- Berdasarkan lokasi atau tempat
Wilayah
atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai temoat dimana sekumpulan
orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis.
- Berdasarkan minat
Sekelompok
orang yang mendirikan suatu komitas karna mempunyai ketertarikan dan minat yang
sama, misalnya : agama, pekerjaan, suku, ras, maupun berdasarkan kelainan seksual
- Berdasarkan komuni
Komuni
dapat berarti ide dasar yang mendukung komunitas itu sendiri.
Definisi Komunitas Online
Menurut Ferguson et al, 2004,
komunitas online adalah sebuah tempat dimana sekelompok orang berkumpul untuk
berbagi sence of community bagaimana orang-orang yang tidak saling mengenal
memiliki kesamaan, ketertarikan, minat, didalam sebuah situs internet yang
menawarkan beberapa layanan online menjadi beberapa akses kepada lingkungan
social, layanan komunitas, informasi resmi, dan layanan e-comerce kepada
penghuninya.
Fungsi Sosial Internet
terhadap individu
Menurut saya pribadi ada
banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari pada internet, setelah saya lihat
beberapa fungsi sosialnya ialah :
-
Media
berbagi Informasi
Kenapa
bisa demikian, karna kita dapat dengan cepat mengetahui adanya kabar atau
sebuah hal yang kita ingin ketahui cukup dengan mengakses media yang dituju.
Misal
: kita dapat mengetahui keadaan lalulintas secara langsung tanpa repot meninjau
langsung ketempat tersebut, sebuah akun twitter milik polda metrojaya dengan
traffic memanagement nya menyajikan berbagai info tentang keadaan lalulintas
dari berbagai spot yang ingin ditinjau oleh si pencari info. Ada juga account
commuter line milik PT. KCJ yang bergerak disektor muda transportasi massal
kereta api yang mencapai 500.000, pengguna perhari menyajikan info update dr
perjalanan kereta api
-
Pasar
Online
Ketika
seseorang tak lagi harus mengunjungi tempat dimana ia harus membeli suatu
barang yang diinginkan, hanya cukup membuka situs jual beli, dan melihat barang
yang ditawarkan, dengan proses negosiasi yang simple dan dapat membeli hal yang
ia inginkan, dan bebas repot-repot datang ke lapak si penjual
Kesimpulan :
Komunitas terbentuk dengan
berbagai ragam latar belakangnya, dengan komunitas online ialah sebuah bentuk
kemajuannya dimana teknologi pada saat ini berkembang seiring perubahan zaman
yang semakin maju. Dalam konteks fungsi komunitas, komunitas onlie terhadapt
individu dapat membantu seseorang individu yang buta akan informasi, menjadi
paham atas bantuan dari komunitasnya. Tergantung dr kebutuhan siindividu
sendiri.
- Polarisasi dalam Internet - Polarisasi Kelompok
Kata ‘Polarisasi’ nampaknya sudah tidak asing terdengar di telinga kita.
Namun apakah kalian tahu arti dari polarisasi tersebut? Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), polarisasi berarti 1 proses, perbuatan, cara
menyinari; penyinaran; 2 magnetisasi; 3 pembagian atas dua bagian (kelompok
orang yang berkepentingan dsb) yang berlawanan. Dalam hal ini akan dibahas
tentang polarisasi kelompok. Polarisasi kelompok mengacu pada kecenderungan
suatu kelompok untuk membuat suatu keputusan yang lebih ekstrim dari
kecederungan yang akan dilakukan anggotanya secara individual. Keputusan
tersebut tentunya akan sangat berisiko jika dilakukan secara individual. Namun,
ketika dilakukan bersama-sama akan semakin kuat dan memunculkan pandangan suatu
kelompok pada suatu situasi. Dari polarisasi kelompok, dapat terlihat bagaimana
perilaku kelompok pada berbagai situasi kehidupan nyata.
Tetapi polarisasi kelompok juga dapat terjadi di dunia maya atau internet.
Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Di zaman yang serba canggih ini hampir
setiap orang sudah menggunakan internet sebagai kebutuhan hariannya, salah
satunya untuk berkomunikasi dengan orang banyak. Sosial media pun berperan
penting dalam terjadiya polarisasi kelompok. Sosial media sudah banyak digunaka
di dunia sehingga munculah berbagai kelompok di internet atau di jejaring
sosial tersebut yang disebut online community. Setelah munculnya
kelompok tersebut, otomatis polarisasi pun terbentuk dengan jelas. Dan dalam
teori polarisasi kelompok saat ini, dikatakan bahwa internet adalah salah satu
aplikasi kehidupan nyata dari polarisasi kelompok dengan social network sebagai
contohnya.
Beberapa sosial media yang banyak terjadi polarisasi sehingga membentuk
kelompok adalah Facebook dan Twitter. Dalam situs
tersebut ditemukan banyak akun-akun yang mengatas namakan dirinya sebagai suatu
kelompok/komunitas. Mereka biasanya terdiri dari orang-orang yang memiliki hobi
atau minat yang sama. Contohnya adalah orang yang menjadi penggemar salah satu
artis. Orang tersebut pasti akan mencari berbagai informasi tentang artis yang
disukainya kemudian akan membuat atau bergabung dalam suatu komunitas penggemar
artis tersebut. Dari contoh diatas sudah jelas bahwa polarisari dalam internet
bisa terbentuk karena persamaan tujuan dan kepentingan yang ingin dicapai.
- Fenomena ketertarikan interpersonal melalui internet
Interpersonal adalah
komunikasi antar individu yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan
timbal balik yang saling menguntungkan antar pihak baik secara langsung maupun
melalui media, seperti jual beli antara pihak yang saling membutuhkan satu sama
lain. Adapula hubungan ketertarikan interpersonal karena adanya kesamaan antara
pihak, ataupun ketertarikan saling suka baik secara fisik ataupun kesukaan/hobi
yang bersifat personal.
Komunikasi interpersonal
melalui media internet sekarang ini sudah beragam dan sangat mudah di akses
oleh pihak yang menggunakan seperti chatting whatsapp, email, facebook,
twitter, skype, dll.
Internet sekarang ini
merupakan sebuah kebutuhan sehari-hari bagi kehidupan kita, lewat mengaksesnya
kita dapat dengan mudah mencari informasi dari berbagai sumber secara lengkap,
mencari berbagai pengetahuan dari berbagai mancan Negara, bahkan kita dapat mencari
teman dari berbagai belahan Dunia melalui fitur komunikasi di internet, dari
komunikasi itulah timbul ketertarikan antara pengguna satu dengan lainnya
seperti seorang gamer yang menjagokan karakter buatan orang lain yang jauh
lebih kuat dari karakter game yang ia buat, atau seorang pengguna jejaring
sosial yang tertarik dengan lawan jenis setelah melihat gambar profil orang
lain yang dianggapnya menarik, bahkan dengan fitur teleconference yang juga
disediakan dalam berinternet menambah peluang terjadinya ketertarikan antara
pengguna satu dengan lainnya.
Hambatan/keterbatasan saat
melakukan interpersonal online reaction.
Berkembangnya ketertarikan
interpersonal dalam berinternet munculah suatu relationship atau hubungan antar
pengguna seperti pertemanan, keluarga, persaudaraan, guru dengan murid, suatu
kelompok, hubungan kerja, bahkan hubungan kekasih. Namun dalam berjalannya
hubungan tersebut tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar atau aman, bahkan ada
beberapa kejadian dimana suatu hubungan harus hancur karena beberapa hal yaitu
:
– Identitas Palsu, dalam dunia maya
seorang pengguna dapat menggunakan identitas palsu seperti identitas palsu yang
dirancang seseorang pada akun facebooknya, atau bisa juga orang tersebut
memalsukan sebagian statusnya seperti seorang yang telah menikan memasang
status single pada facebooknya untuk mencari perhatian orang lain atau
memudahkannya mencapai sesuatu.
– Kurang Terjaminnya Komitmen, setiap
hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu
persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja
berjanji dan kemudian menghilang begitu saja dan melupakan semua kesepakatan
seperti pada kegiatan jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban
telah mentransfer uang tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan
kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya itu menghilang atau
tidak online lagi.
– Kurang Berlakunya Norma dan Etika,
sering jika anda berkunjung ke situs (yahoo.com) dimana situs tersebut
memberikan informasi tentang suatu hal mengenai suatu agama, ragam, atau suku
maka anda akan menemui komentar-komentar yang diketik dengan eksplisit dimana
pada komentar tersebut menjelek-jelekkan suatu RAS, baik komentar pro ataupun
kontra.
Perilaku Negatif yang dapat
timbul dari Interpersonal Online-Relation
Selain adanya hambatan dalam
terjalinnya hubungan di dunia maya di dalamnya juga terdapat beberapa perilaku
negatif seperti adanya cyber-cheating dan cyber flirting.
– Cyber Cheating, atau perselingkuhan
yang terjadi di internet dapat terjadi ketika seseorang yang telah memiliki
pasangan memiliki hubungan yang dekat pula dengan orang lain. Contohnya misal
seorang suami yang berkerja sebagai manajer memiliki akun jejaring sosial
dimana sekertarisnya terdaftar dalam daftar temanya dan selama ini dia sering
chatting dengan kata-kata mesra dan menggoda dengan sekertarisnya itu, maka hal
tersebut dapat dikatakan dengan cyber-cheating.
– Cyber Flirting, atau merayu yang dilakukan
dalam dunia maya. cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di
jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak
amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, contohnya adalah
dalam cyber flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas dan tidak
sopan, ditambah lagi jika dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka
semakin menjadi perilaku negatif cyber flirting tersebut.
Berikut ini
saya akan mengulas kembali tentang Computer Supported Cooperative Work (CSCW)
tentunya sebagai pengguna komputer pasti kita ingin mengetahui bagaimana apa itu
CSCW karna komputer adalah hal yang sering sekali kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari.
Baiklah tampa bertele-tele mari kita mulai
membahas Computer Supported Cooperative Work (CSCW) memalui artikel berikut;
Selamat membaca,
Pengertian CSCW.
Istilah Computer Supported
Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M.
Cashman pada tahun 1984 pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang
tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan merekaPada
kesempatan yang sama pada tahun 1987 Dr. Charles Findley mempresentasikan
konsep collaborative learning work Menurut CSCW mengangkat isu seputar
bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat
didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware
namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari
sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan
teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul bail
secara psikologi maupun sosial.
Computer-supported cooperative
work (CSCW) merupakan suatu group user yaitu bagaimana cara merancang suatu
system yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan
bagaimana memahami dampak dari suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka. HCI
berasal dari ilmu psychology-computing sedangkan CSCW bersumbu pada
sociology-computing. CSCW merupakan suatu system komputer yang mendukung
pekerjaan sebagai suatu group yang dikenal dengan istilah groupware.
Computer Supported Cooperative
Work (CSCW) menyebarluaskan hasil penelitian yang inovatif dan memberikan
sebuah forum interdisipliner untuk perdebatan dan pertukaran gagasan tentang
teori, masalah-masalah praktis, teknis, dan sosial di CSCW. Jurnal meliputi sifat
beragam penelitian dalam bidang dan daerah yang terkait. Cakupan berkisar dari
studi etnografi kerja koperasi untuk laporan pada pengembangan sistem CSCW dan
yayasan teknologi mereka. Salah satu contoh sistem CSCW ini adalah electronic
mail (email). Email merupakan sistem CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak
mengharuskan user bekerja pada waktu yang bersamaan. Penerima mail tidak harus
membuka suratnya pada waktu yang sama dengan terkirimnya surat. Sebaliknya
sistem CSCW synchronous membutuhkan partisipasi simultan dari para usernya.
Perbedaan utama antara sistem CSCW dengan sistem interaksi individual adalah
tidak dapat diabaikannya aspek sosial kelompok dari user yang tergabung. Sistem
CSCW dibangun untuk memungkinkan interaksi antara user melalui komputer
sehingga kebutuhan sekian banyak user tersebut harus terpenuhi dalam satu
produk.
CSCW (Computer Supported
Cooperative Work) dan teknologi groupware mengizinkan individu-individu untuk
berinteraksi satu sama lain yang terletak pada tempat yang sama maupun berbeda
dengan menggunakan komputer (jaringan) melalui media suara, data dan gambar
(video) yang dilakukan secara sinkron maupun asinkron. Cara ini dapat
diimplementasikan untuk mendukung Cooperative learning dan working dalam bentuk
komunikasi, sharing informasi dan diskusi antar pengajar/dosen dan
pelajar/mahasiswa. CSCW merupakan sebuah bentuk yang menggabungkan pemahaman
bagaimana crang bekerjasama dalam grup menggunakan teknologi computer
networking dalam kesatuan hardware, software, service dan teknik. Groupware
adalah merupakan perancangan teknologi untuk memfasilitasi kerjasama grup.
Untuk mengimplementasikan CSCW
dan teknologi groupware membutuhkan kebutuhan secara teknis dan non teknis guna
mendukung kerja bersama tersebut, adapun kebutuhan secara teknis
dipertimbangkan sebagai kebutuhan teknis untuk implementasi, sedangkan non
teknis dipertimbangkan seperti faktor dan afek dari luar yang mempengaruhinya
implementasi CSCW dan teknologi groupware itu sendiri. Bentuk groupware secara
sinkron yang mendukung sebuah coferecing dipilih dalam project ini guna
mendukung Cooperative learning an working dengan 3 aspek aplikasinya yaitu
untuk comnntnicatton, sharing information, dan decission support.
Teknologi groupware tersebut
adalah Openmeeting yaitu sebuah open source software yang mendukung
conferencing system. Melalui pengkajian yang mendalam pada too! ini, penulis
menyimpulkan satu kelemahan Openmeeting dimana pengiriman informasi melalui
email bersifat asinkron sehingga tidak diterima oleh user secara cepat. Untuk
itu dikemukakan alternatif penyelesaian berupa tambahan service yaitu SMS
Gateway dengan menggunakan Gammu. Perancangan dan implementasi Openmecting di
tinjau dari 4 hal yaitu aspek aplikasi yang ingin diwujudkan. kebutuhan secara
teknis, lapisan (layer) aplikasi dan korelasi groupware yang digunakan terhadap
CSCW dan teknologi groupware. Evaluasi implementasi Openmecting dikaji
menggunakan 3 penilaian yaitu evaluasi fitur, penggunaan dan manfaat yang
diberikan pada 10 user. Dari hasil evaluasi untuk penilaian secara fitur
mendapatkan angka rata-Tara 4. penilaian terhadap penggunaan mendapatkan angka
rata-ram 4, dan penilaian terhadap manfaat mendapat angka rata-rata 4,35.
Angka-angkat tersebut menunjukkan bahwa implementasi Openmeeting memberikan hal
positif dari segi fiturnya, penggunaannya dan manfaatnya.
Tujuan CSCW:
·
Mempelajari
bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi
teknologi.
·
Mendukung
proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.
Contoh yang digunakan
pada CSCW:
·
Kaloborasi
para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek.
·
Pengarang
mengedit suatu dokumen bersama-sama.
·
Programmer
suatu sistem secara bersamaan.
·
Bekerja sama
sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi.
·
Para pembeli
dan para penjual melakukan transaksi secara eBay.
CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang
dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi
terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam
sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:
komunikasi yang normal antar manusia.
1. Komunikasi face-to-face.
2. Percakapan.
3. Komunikasi berbasis teks.
4. Kerja Kelompok.
Komunikasi Face To Face.
Pada komunikasi face to face Tidak hanya
meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan
mata.
·
Personal
Space.
·
Kontak dan
tatapan mata.
·
Gerak
isyarat dan bahasa tubuh.
·
Back
channel.
·
Turn-taking.
Percakapan
Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:
·
Relevan
artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu.
·
Helpful
artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada ambigu
dari pemahaman pendengar.
Komunikasi Berbasis Teks
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
·
Discrete;
pesan langsung seperti dalam email.
·
Linear;
pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal.
·
Non-linear;
saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext.
·
Spatial;
dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi.
Kerja Kelompok
Perilaku kelompok lebih kompleks terutama
apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam
kelompok.
·
Dinamika
kelompok.
·
Layout
Fisik.
·
Kognisi
Terdistribusi.
Beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan
computer-mediated communication:
1. Personal space.
·
Dalam
komunikasi face-to-face, setiap orang cenderung mempertahankan jarak tertentu
dengan lawan bicaranya.
·
Konsep
personal space berbeda untuk setiap negara/budaya.
·
Masalah
personal space dapat timbul apabila percakapan dilakukan melalui video links.
2. Kontak dan tatapan mata.
·
Dalam
berkomunikasi, kontak mata memberikan beberapa petunjuk, a.l. perasaan
tertarik/bosan, otoritas/power, kehadiran sosial, dll.
·
Video-tunnel
memungkinkan kontak mata bahkan seluruh ekspresi wajah.
3. Gerak isyarat dan bahasa tubuh.
·
Dalam
berkomunikasi, kita menggunakan tangan (gerak isyarat) untuk menunjuk sesuatu.
·
Beberapa
groupware system mencoba mengatasi hal tersebut dengan menggunakan group
pointer.
·
Banyak
computer-supported meeting room menempatkan monitor pada meja sehingga para
peserta dapat saling melihat dengan jelas.
4. Back channel.
·
Response
dari pendengar berupa gerakan tubuh disebut back channel.
·
Dengan
adanya back channel, pembicara merasa bahwa pendengar cukup memahami
pembicaraan.
·
Beberapa
masalah berkaitan dengan back channel yang mungkin timbul dalam komunikasi
video adalah komunikasi video cenderung banyak menyoroti kepala dan bahu,
sehingga kehilangan beberapa gerak tubuh dan isyarat dan layar yang besar
cenderung mengurangi detail sehingga mungkin kehilangan beberapa informasi.
·
Audio links
(mis. telepon) hanya memiliki verbal back channel.
·
Komunikasi
berbasis teks biasanya tidak memiliki back channel.
5. Turn-taking.
·
Turn-taking
adalah proses dimana peran dari pembicara dan pendengar ditukar.
·
Dalam proses
turn-taking, back channel biasanya merupakan bagian yang penting.
·
Terjadinya
proses turn-taking, a.l. karena:
·
Pembicara
menawarkan kesempatan kepada pendengar secara eksplisit, mis. mengajukan
pertanyaan.
·
Pembicara
memberikan gap singkat dalam pembicaraan.
·
Bentuk
pemberian gap dari pembicara terutama berhubungan dengan audio channel.
·
Masalah yang
cukup serius dalam kaitan dengan pemberian gap timbul dalam komunikasi jarak
jauh (komunikasi berbasis satelit) karena kelambatan waktu. Akan terjadi gap
sekitar 4 detik.
Percakapan.
Tiga fungsi teori percakapan dalam CSCW:
·
Digunakan
untuk menganalisa catatan (transkrip), mis. konferensi elektronik. Ini akan
membantu memahami seberapa baik partisipan menyalin dengan komunikasi
elektronik.
·
Digunakan
sebagai petunjuk untuk keputusan desain. Pemahaman percakapan normal antar
manusia menghindari kesalahan besar dalam perancangan media elektronik.
·
Dapat
digunakan untuk mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan teori.
Struktur percakapan
dasar.
Pada tingkat yang lebih tinggi, struktur
percakapan dapat dilihat sebagai urutan giliran, biasanya pergantian di antara
partisipan.
Konteks
Setiap ucapan dan fragmen dari percakapan
sangat tergantung pada konteksyang digunakan untuk menghilangkan ambiguitas
dari ucapan.
Ada 2 tipe konteks dalam percakapan:
·
Konteks
internal, tergantung pada ucapan sebelumnya.
·
Konteks
eksternal, tergantung pada lingkungan.
Breakdown.
Breakdown dalam komunikasi terjadi apabila
terdapat perbedaan fokus dari pembicara dan pendengar.
Breakdown ini dapat diperbaiki dengan
pertanyaan atau ucapan dari pembicara/pendengar yang dapat menimbulkan fokus
dialog yang sama.
Speech act theory.
Merupakan suatu analisis yang detail dari
struktur percakapan, biasanya digunakan untuk memberikan petunjuk dalam
perancangan Coordinator, yaitu sistem email terstruktur yang komersial.
Komunikasi Berbasis
Teks
Dalam groupware yang asynchronous (dan beberapa
sistem synchronous), bentuk komunikasi langsung yang dominan adalah berbasis
teks.
Komunikasi berbasis teks dalam sistem groupware
seperti tiruan dari percakapan, sehingga terdapat beberapa masalah dalam
mengadaptasi antara 2 media.
Beberapa masalah yang timbul dalam komunikasi
berbasis teks:
1. Back channel, Kehilangan back channel dan
nada suara serta bahasa tubuh pembicara.
2. Grounding constraint, Adalah sifat dari
channel dimana para pembicara berkomunikasi, meliputi:
·
Cotemporality;
ucapan didengar segera setelah diucapkan.
·
Simultaneity;
partisipan dapat mengirim dan menerima pada waktu yang bersamaan.
·
Sequence;
ucapan-ucapan diurutkan.
·
Dalam sistem
berbasis teks, partisipan yang berbeda dapat menyusun simultaneously, tapi
kurang cotemporality.
3. Turn taking, Tidak adanya back channel
menimbulkan kesulitan bagi pendengar untuk menginterupsi percakapan
(turn-taking).
4. Konteks, Hilangnya back channel dan
kemungkinan giliran yang overlapping, menyebabkan sulitnya menentukan konteks
dari ungkapan tekstual.
5. Hypertext, Berkurangnya langkah dari
percakapan berbasis teks berarti bahwa partisipan dipaksa untuk meningkatkan
granulity pesan. Ini dapat diatasi dengan pesan multiplexing.
CSCW (Computer Supported Cooperative Work) II.
Adalah penggunaan komputer dan software untuk
melaksanakan pekerjaan secara bersama dalam sebuah group di mana setiap anggota
group menyadari kehadiran anggota lain pada group. Pada Tesis ini telah
dilakukan studi terhadap kemungkinan penggunaan CORBA sebagai kanal komunikasi
untuk membangun aplikasi CSCW. Dengan menggunakan CORBA, persoalan komunikasi
dapat ditangani dengan lebih mudah sehingga pengembang CSCW dapat lebih
memfokuskan diri pada level aplikasi.
FraCollA, sebuah framework berbasis CORBA,
telah dirancang untuk mendukung pembangunan CSCW. Rancangan tersebut dituangkan
dalam bentu spesifikasi, arsitektur sistem, diagram kelas, dan diagram
kolaborasi. Fungsi-fungsi dasar aplikasi Messenger dan Shared Document Editor
telah diimplementasikan untuk menguji framework. Hasil implementasi menunjukkan
bahwa aplikasi dapat memanfaatkan CORBA sebagai middleware untuk menangani
persoalan komunikasi, khususnya untuk membangun fungsi pengelolaan user/group,
memelihara group awareness, dan menangani pertukaran pesan dan shared workspace.
FraCollA dapat dimanfaatkan sebagai landasan untuk pengembangan framework dan
aplikasi CSCW yang lebih lengkap. FraCollA dikembangkan dengan menggunakan Java
Development Kit (JDK) 1.3 dan Visibroker for Java 4.5, dan beroperasi di
lingkunan sistem operasi MS Windows 98. Karena dimplementasikan dengan
menggunakan Java dan CORBA, FraCo11A dapat beroperasi di lingkungan sistem
operasi lain.
- Psikoterapi : Psikologi Klinis dalam Intenet
Pengertian psikoterapi
Psikoterapi
adalah proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif
belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam
kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan
melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru
atau akan mengalami perceraian.
Psikoterapi
klinis dalam internet adalah beberapa tes psikologis yang dapat dilakukan
secara online, dan psikoterapi dalam internet ini adalah salah satu cara yang
dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah secara psikologis melalui
internet tanpa bertemu langsung dengan seorang psikolog.
Dampak positif dari psikoterapi klinis dalam internet
Dampak positif dari psikoterapi dalam internet adalah dapat diakses dengan mudah, dapat diakses oleh siapa saja, dan dapat dilakukan secara berulang-ulang.
Dampak negatif dari psikoterapi klinis dalam internet
Dampak negatif dari psikoterapi dalam internet adalah karna hal ini dapat ditemui di internet sehingga, hasil yang diberikan tidak terlalu akurat karna tidak bertemu langsung dengan psikolog sehingga tidak dapat mengetahui secara pasti masalah apa yang sedang kita alami. Selain itu dengan adanya psikoterapi secara online ini dapat membocorkan alat tes psikologi.
Kelebihan & kekurangan
Setiap hal memiliki 2 sisi, yaitu psitif dan negatif, tidak terkecuali pada psikoterapi yang dilakukan secara online. Psikoterapi online memiliki kelebihan dan kekurangan.
Dampak positif dari psikoterapi klinis dalam internet
Dampak positif dari psikoterapi dalam internet adalah dapat diakses dengan mudah, dapat diakses oleh siapa saja, dan dapat dilakukan secara berulang-ulang.
Dampak negatif dari psikoterapi klinis dalam internet
Dampak negatif dari psikoterapi dalam internet adalah karna hal ini dapat ditemui di internet sehingga, hasil yang diberikan tidak terlalu akurat karna tidak bertemu langsung dengan psikolog sehingga tidak dapat mengetahui secara pasti masalah apa yang sedang kita alami. Selain itu dengan adanya psikoterapi secara online ini dapat membocorkan alat tes psikologi.
Kelebihan & kekurangan
Setiap hal memiliki 2 sisi, yaitu psitif dan negatif, tidak terkecuali pada psikoterapi yang dilakukan secara online. Psikoterapi online memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihannya :
1. Hemat dan lebih ekonomis, karena terapis dan klien tidak diharuskan untuk bertemu di satu tempat tertentu untuk melakukan terapi.
2. Hemat waktu, karena waktu terapinya fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja.
Kekurangannya :
1. Terapis akan lebih sulit dalam mendiagnosa gangguan yang dialami oleh klien, karena tidak ada interaksi langsung atau bertemu langsung sehingga observasi terhadap kliennya kurang. Informasi yang didapat oleh terapis terbatas pada wawancara tidak langsung.
2. Terapis tidak bisa mengamati secara langsung kondisi klien, bahasa tubuh klien serta mimik muka klien ketika menceritakan masalahnya (kecuali jika melakukan videoconferencing)
Sumber :
http://ronadinark.blogspot.com/2014/01/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam.html
Sumber :
http://assuyahada.wordpress.com/2013/11/21/komunitas-online-fungsinya/
Agung putra, Anastasya, Hazeta marchya, Kristina indrayu, Monica Valencia _ 2 PA 15 _ Lulu Mawaddah Wisudawati _ Tugas 3.
No comments:
Post a Comment