Friday, 25 December 2015

Tugas Softskill

  • Sejarah Komunitas Online, Komunitas dan Fungsinya.
Sejarah Komunitas online, komunitas dan Fungsinya
Komunitas online, ketika mendengar kata ini mungkin akan terbayang dibenak kita berbagai macam situs media social berbaris internet yang menghubungkan kita dengan banyak orang, mulai dari orang yang kita kenal, sampai dengan orang yang belum kita kenal sama sekali, bahkan bisa jadi bertemu dalam suatu komunitas online dengan warga Negara lain, ketika saya mencari pengertian tentang arti sebuah komunitas, sebelum memasuki pembahasan komunitas online, saya menemukan definisi dari sebuah komunitas yang saya ambil dari beberapa sumber
Sejarah Komunitas Online

 Facebook
Saya yakin hampir semua pengguna gadget baik smartphone dan lain-lain sudah tak asing dengn nama ini, inilah sebuah jejaring media social yang masih tetap eksis diawal tahun 2014 ini, dan masih banyak pengguna yang menggunakannya, mulai dari hanya sekedar chatting, bermain game online, sarana promosi sampai berbagai foto-foto moment penting antar sesame usher, didirikan oleh Mark Zuckerberg beserta teman sekamarnya dan McCollum, Dustin Moskovitz Hughes. Facebook yang awalny hanya terbatas untuk kalangan mahasiswa yang bersekolah di Universitas Harvard yaitu, Eduardo Saverin, Andrew ini perlahan membuka diri pada kalangan mahasiswa di Universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menegah atas, dan akhirnya untuk orang yang berusia minimal 13tahun diluncurkan pada Februari 2004, dan sampai saat ini masih banyak orang-orang yang menggunakannya dengan berbagai fasilitas untuk berbagai macam kepentingannya.
2.      Twitter
Didirikan oleh Jack Dorsey pada tahun 2006, dan situs jejaring sosialnya pada Maret 2006, sebagai media jejaring social, twitter juga sering dimanfaatkan untuk berbagai macam hal, salah satunya ialah live report. Berita-berita diberbagai tempat, bahkan sampai media berkampanye.
KOMUNITAS
Komunitas adalah sebuah kelompok social dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu didalamnya dapat memiliki maksut, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, resiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa latin Communitas yang berarti kesamaan kemudian dapat diturunkan dari komunitas yang berarti “sama, public, dibagi oleh semua atau banyak” (wenger, 2002:4). Menurut crow dan Allan, komunitas dapat terbagi menjadi 3 kompenen :
  1. Berdasarkan lokasi atau tempat
Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai temoat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis.
  1. Berdasarkan minat
Sekelompok orang yang mendirikan suatu komitas karna mempunyai ketertarikan dan minat yang sama, misalnya : agama, pekerjaan, suku, ras, maupun berdasarkan kelainan seksual
  1. Berdasarkan komuni
Komuni dapat berarti ide dasar yang mendukung komunitas itu sendiri.
Definisi Komunitas Online
Menurut Ferguson et al, 2004, komunitas online adalah sebuah tempat dimana sekelompok orang berkumpul untuk berbagi sence of community bagaimana orang-orang yang tidak saling mengenal memiliki kesamaan, ketertarikan, minat, didalam sebuah situs internet yang menawarkan beberapa layanan online menjadi beberapa akses kepada lingkungan social, layanan komunitas, informasi resmi, dan layanan e-comerce kepada penghuninya.
Fungsi Sosial Internet terhadap individu
Menurut saya pribadi ada banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari pada internet, setelah saya lihat beberapa fungsi sosialnya ialah :
-          Media berbagi Informasi
Kenapa bisa demikian, karna kita dapat dengan cepat mengetahui adanya kabar atau sebuah hal yang kita ingin ketahui cukup dengan mengakses media yang dituju.
Misal : kita dapat mengetahui keadaan lalulintas secara langsung tanpa repot meninjau langsung ketempat tersebut, sebuah akun twitter milik polda metrojaya dengan traffic memanagement nya menyajikan berbagai info tentang keadaan lalulintas dari berbagai spot yang ingin ditinjau oleh si pencari info. Ada juga account commuter line milik PT. KCJ yang bergerak disektor muda transportasi massal kereta api yang mencapai 500.000, pengguna perhari menyajikan info update dr perjalanan kereta api
-          Pasar Online
Ketika seseorang tak lagi harus mengunjungi tempat dimana ia harus membeli suatu barang yang diinginkan, hanya cukup membuka situs jual beli, dan melihat barang yang ditawarkan, dengan proses negosiasi yang simple dan dapat membeli hal yang ia inginkan, dan bebas repot-repot datang ke lapak si penjual
Kesimpulan :
Komunitas terbentuk dengan berbagai ragam latar belakangnya, dengan komunitas online ialah sebuah bentuk kemajuannya dimana teknologi pada saat ini berkembang seiring perubahan zaman yang semakin maju. Dalam konteks fungsi komunitas, komunitas onlie terhadapt individu dapat membantu seseorang individu yang buta akan informasi, menjadi paham atas bantuan dari komunitasnya. Tergantung dr kebutuhan siindividu sendiri.
  • Polarisasi dalam Internet - Polarisasi Kelompok
Kata ‘Polarisasi’ nampaknya sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Namun apakah kalian tahu arti dari polarisasi tersebut? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), polarisasi berarti 1 proses, perbuatan, cara menyinari; penyinaran; 2 magnetisasi; 3 pembagian atas dua bagian (kelompok orang yang berkepentingan dsb) yang berlawanan. Dalam hal ini akan dibahas tentang polarisasi kelompok. Polarisasi kelompok mengacu pada kecenderungan suatu kelompok untuk membuat suatu keputusan yang lebih ekstrim dari kecederungan yang akan dilakukan anggotanya secara individual. Keputusan tersebut tentunya akan sangat berisiko jika dilakukan secara individual. Namun, ketika dilakukan bersama-sama akan semakin kuat dan memunculkan pandangan suatu kelompok pada suatu situasi. Dari polarisasi kelompok, dapat terlihat bagaimana perilaku kelompok pada berbagai situasi kehidupan nyata.
Tetapi polarisasi kelompok juga dapat terjadi di dunia maya atau internet. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Di zaman yang serba canggih ini hampir setiap orang sudah menggunakan internet sebagai kebutuhan hariannya, salah satunya untuk berkomunikasi dengan orang banyak. Sosial media pun berperan penting dalam terjadiya polarisasi kelompok. Sosial media sudah banyak digunaka di dunia sehingga munculah berbagai kelompok di internet atau di jejaring sosial tersebut yang disebut online community. Setelah munculnya kelompok tersebut, otomatis polarisasi pun terbentuk dengan jelas. Dan dalam teori polarisasi kelompok saat ini, dikatakan bahwa internet adalah salah satu aplikasi kehidupan nyata dari polarisasi kelompok dengan social network sebagai contohnya.
Beberapa sosial media yang banyak terjadi polarisasi sehingga membentuk kelompok adalah Facebook dan Twitter. Dalam situs tersebut ditemukan banyak akun-akun yang mengatas namakan dirinya sebagai suatu kelompok/komunitas. Mereka biasanya terdiri dari orang-orang yang memiliki hobi atau minat yang sama. Contohnya adalah orang yang menjadi penggemar salah satu artis. Orang tersebut pasti akan mencari berbagai informasi tentang artis yang disukainya kemudian akan membuat atau bergabung dalam suatu komunitas penggemar artis tersebut. Dari contoh diatas sudah jelas bahwa polarisari dalam internet bisa terbentuk karena persamaan tujuan dan kepentingan yang ingin dicapai.
  • Fenomena ketertarikan interpersonal melalui internet
Interpersonal adalah komunikasi antar individu yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan timbal balik yang saling menguntungkan antar pihak baik secara langsung maupun melalui media, seperti jual beli antara pihak yang saling membutuhkan satu sama lain. Adapula hubungan ketertarikan interpersonal karena adanya kesamaan antara pihak, ataupun ketertarikan saling suka baik secara fisik ataupun kesukaan/hobi yang bersifat personal.
Komunikasi interpersonal melalui media internet sekarang ini sudah beragam dan sangat mudah di akses oleh pihak yang menggunakan seperti chatting whatsapp, email, facebook, twitter, skype, dll.
Internet sekarang ini merupakan sebuah kebutuhan sehari-hari bagi kehidupan kita, lewat mengaksesnya kita dapat dengan mudah mencari informasi dari berbagai sumber secara lengkap, mencari berbagai pengetahuan dari berbagai mancan Negara, bahkan kita dapat mencari teman dari berbagai belahan Dunia melalui fitur komunikasi di internet, dari komunikasi itulah timbul ketertarikan antara pengguna satu dengan lainnya seperti seorang gamer yang menjagokan karakter buatan orang lain yang jauh lebih kuat dari karakter game yang ia buat, atau seorang pengguna jejaring sosial yang tertarik dengan lawan jenis setelah melihat gambar profil orang lain yang dianggapnya menarik, bahkan dengan fitur teleconference yang juga disediakan dalam berinternet menambah peluang terjadinya ketertarikan antara pengguna satu dengan lainnya.
Hambatan/keterbatasan saat melakukan interpersonal online reaction.
Berkembangnya ketertarikan interpersonal dalam berinternet munculah suatu relationship atau hubungan antar pengguna seperti pertemanan, keluarga, persaudaraan, guru dengan murid, suatu kelompok, hubungan kerja, bahkan hubungan kekasih. Namun dalam berjalannya hubungan tersebut tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar atau aman, bahkan ada beberapa kejadian dimana suatu hubungan harus hancur karena beberapa hal yaitu :
–          Identitas Palsu, dalam dunia maya seorang pengguna dapat menggunakan identitas palsu seperti identitas palsu yang dirancang seseorang pada akun facebooknya, atau bisa juga orang tersebut memalsukan sebagian statusnya seperti seorang yang telah menikan memasang status single pada facebooknya untuk mencari perhatian orang lain atau memudahkannya mencapai sesuatu.
–          Kurang Terjaminnya Komitmen, setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja berjanji dan kemudian menghilang begitu saja dan melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban telah mentransfer uang tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya itu menghilang atau tidak online lagi.
–          Kurang Berlakunya Norma dan Etika, sering jika anda berkunjung ke situs (yahoo.com) dimana situs tersebut memberikan informasi tentang suatu hal mengenai suatu agama, ragam, atau suku maka anda akan menemui komentar-komentar yang diketik dengan eksplisit dimana pada komentar tersebut menjelek-jelekkan suatu RAS, baik komentar pro ataupun kontra.
Perilaku Negatif yang dapat timbul dari Interpersonal Online-Relation
Selain adanya hambatan dalam terjalinnya hubungan di dunia maya di dalamnya juga terdapat beberapa perilaku negatif seperti adanya cyber-cheating dan cyber flirting.
–          Cyber Cheating, atau perselingkuhan yang terjadi di internet dapat terjadi ketika seseorang yang telah memiliki pasangan memiliki hubungan yang dekat pula dengan orang lain. Contohnya misal seorang suami yang berkerja sebagai manajer memiliki akun jejaring sosial dimana sekertarisnya terdaftar dalam daftar temanya dan selama ini dia sering chatting dengan kata-kata mesra dan menggoda dengan sekertarisnya itu, maka hal tersebut dapat dikatakan dengan cyber-cheating.
–          Cyber Flirting, atau merayu yang dilakukan dalam dunia maya. cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, contohnya adalah dalam cyber flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas dan tidak sopan, ditambah lagi jika dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka semakin menjadi perilaku negatif cyber flirting tersebut.
Berikut ini saya akan mengulas kembali tentang Computer Supported Cooperative Work (CSCW) tentunya sebagai pengguna komputer pasti kita ingin mengetahui bagaimana apa itu CSCW karna komputer adalah hal yang sering sekali kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Baiklah tampa bertele-tele mari kita mulai membahas Computer Supported Cooperative Work (CSCW) memalui artikel berikut;
Selamat membaca,
Pengertian CSCW.
Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984 pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan merekaPada kesempatan yang sama pada tahun 1987 Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep collaborative learning work Menurut CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul bail secara psikologi maupun sosial.
Computer-supported cooperative work (CSCW) merupakan suatu group user yaitu bagaimana cara merancang suatu system yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan bagaimana memahami dampak dari suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka. HCI berasal dari ilmu psychology-computing sedangkan CSCW bersumbu pada sociology-computing. CSCW merupakan suatu system komputer yang mendukung pekerjaan sebagai suatu group yang dikenal dengan istilah groupware.
Computer Supported Cooperative Work (CSCW) menyebarluaskan hasil penelitian yang inovatif dan memberikan sebuah forum interdisipliner untuk perdebatan dan pertukaran gagasan tentang teori, masalah-masalah praktis, teknis, dan sosial di CSCW. Jurnal meliputi sifat beragam penelitian dalam bidang dan daerah yang terkait. Cakupan berkisar dari studi etnografi kerja koperasi untuk laporan pada pengembangan sistem CSCW dan yayasan teknologi mereka. Salah satu contoh sistem CSCW ini adalah electronic mail (email). Email merupakan sistem CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak mengharuskan user bekerja pada waktu yang bersamaan. Penerima mail tidak harus membuka suratnya pada waktu yang sama dengan terkirimnya surat. Sebaliknya sistem CSCW synchronous membutuhkan partisipasi simultan dari para usernya. Perbedaan utama antara sistem CSCW dengan sistem interaksi individual adalah tidak dapat diabaikannya aspek sosial kelompok dari user yang tergabung. Sistem CSCW dibangun untuk memungkinkan interaksi antara user melalui komputer sehingga kebutuhan sekian banyak user tersebut harus terpenuhi dalam satu produk.
CSCW (Computer Supported Cooperative Work) dan teknologi groupware mengizinkan individu-individu untuk berinteraksi satu sama lain yang terletak pada tempat yang sama maupun berbeda dengan menggunakan komputer (jaringan) melalui media suara, data dan gambar (video) yang dilakukan secara sinkron maupun asinkron. Cara ini dapat diimplementasikan untuk mendukung Cooperative learning dan working dalam bentuk komunikasi, sharing informasi dan diskusi antar pengajar/dosen dan pelajar/mahasiswa. CSCW merupakan sebuah bentuk yang menggabungkan pemahaman bagaimana crang bekerjasama dalam grup menggunakan teknologi computer networking dalam kesatuan hardware, software, service dan teknik. Groupware adalah merupakan perancangan teknologi untuk memfasilitasi kerjasama grup.
Untuk mengimplementasikan CSCW dan teknologi groupware membutuhkan kebutuhan secara teknis dan non teknis guna mendukung kerja bersama tersebut, adapun kebutuhan secara teknis dipertimbangkan sebagai kebutuhan teknis untuk implementasi, sedangkan non teknis dipertimbangkan seperti faktor dan afek dari luar yang mempengaruhinya implementasi CSCW dan teknologi groupware itu sendiri. Bentuk groupware secara sinkron yang mendukung sebuah coferecing dipilih dalam project ini guna mendukung Cooperative learning an working dengan 3 aspek aplikasinya yaitu untuk comnntnicatton, sharing information, dan decission support.
Teknologi groupware tersebut adalah Openmeeting yaitu sebuah open source software yang mendukung conferencing system. Melalui pengkajian yang mendalam pada too! ini, penulis menyimpulkan satu kelemahan Openmeeting dimana pengiriman informasi melalui email bersifat asinkron sehingga tidak diterima oleh user secara cepat. Untuk itu dikemukakan alternatif penyelesaian berupa tambahan service yaitu SMS Gateway dengan menggunakan Gammu. Perancangan dan implementasi Openmecting di tinjau dari 4 hal yaitu aspek aplikasi yang ingin diwujudkan. kebutuhan secara teknis, lapisan (layer) aplikasi dan korelasi groupware yang digunakan terhadap CSCW dan teknologi groupware. Evaluasi implementasi Openmecting dikaji menggunakan 3 penilaian yaitu evaluasi fitur, penggunaan dan manfaat yang diberikan pada 10 user. Dari hasil evaluasi untuk penilaian secara fitur mendapatkan angka rata-Tara 4. penilaian terhadap penggunaan mendapatkan angka rata-ram 4, dan penilaian terhadap manfaat mendapat angka rata-rata 4,35. Angka-angkat tersebut menunjukkan bahwa implementasi Openmeeting memberikan hal positif dari segi fiturnya, penggunaannya dan manfaatnya.
Tujuan CSCW: 
·         Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi.
·         Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.
Contoh yang digunakan pada CSCW:
·         Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek.
·         Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama.
·         Programmer suatu sistem secara bersamaan.
·         Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi.
·         Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay.
CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:
komunikasi yang normal antar manusia.
1.      Komunikasi face-to-face.
2.      Percakapan.
3.      Komunikasi berbasis teks.
4.      Kerja Kelompok.
Komunikasi Face To Face.
Pada komunikasi face to face Tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata.
·         Personal Space.
·         Kontak dan tatapan mata.
·         Gerak isyarat dan bahasa tubuh.
·         Back channel.
·         Turn-taking.
Percakapan
Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:
·         Relevan artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu.
·         Helpful artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada ambigu dari pemahaman pendengar.
Komunikasi Berbasis Teks
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
·         Discrete; pesan langsung seperti dalam email.
·         Linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal.
·         Non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext.
·         Spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi.
Kerja Kelompok
Perilaku kelompok lebih kompleks terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam kelompok.
·         Dinamika kelompok.
·         Layout Fisik.
·         Kognisi Terdistribusi.
Beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan computer-mediated communication:
1.      Personal space.
·         Dalam komunikasi face-to-face, setiap orang cenderung mempertahankan jarak tertentu dengan lawan bicaranya.
·         Konsep personal space berbeda untuk setiap negara/budaya.
·         Masalah personal space dapat timbul apabila percakapan dilakukan melalui video links.
2.      Kontak dan tatapan mata.
·         Dalam berkomunikasi, kontak mata memberikan beberapa petunjuk, a.l. perasaan tertarik/bosan, otoritas/power, kehadiran sosial, dll.
·         Video-tunnel memungkinkan kontak mata bahkan seluruh ekspresi wajah.
3.      Gerak isyarat dan bahasa tubuh.
·         Dalam berkomunikasi, kita menggunakan tangan (gerak isyarat) untuk menunjuk sesuatu.
·         Beberapa groupware system mencoba mengatasi hal tersebut dengan menggunakan group pointer.
·         Banyak computer-supported meeting room menempatkan monitor pada meja sehingga para peserta dapat saling melihat dengan jelas.
4.      Back channel.
·         Response dari pendengar berupa gerakan tubuh disebut back channel.
·         Dengan adanya back channel, pembicara merasa bahwa pendengar cukup memahami pembicaraan.
·         Beberapa masalah berkaitan dengan back channel yang mungkin timbul dalam komunikasi video adalah komunikasi video cenderung banyak menyoroti kepala dan bahu, sehingga kehilangan beberapa gerak tubuh dan isyarat dan layar yang besar cenderung mengurangi detail sehingga mungkin kehilangan beberapa informasi.
·         Audio links (mis. telepon) hanya memiliki verbal back channel.
·         Komunikasi berbasis teks biasanya tidak memiliki back channel.
5.      Turn-taking.
·         Turn-taking adalah proses dimana peran dari pembicara dan pendengar ditukar.
·         Dalam proses turn-taking, back channel biasanya merupakan bagian yang penting.
·         Terjadinya proses turn-taking, a.l. karena:
·         Pembicara menawarkan kesempatan kepada pendengar secara eksplisit, mis. mengajukan pertanyaan.
·         Pembicara memberikan gap singkat dalam pembicaraan.
·         Bentuk pemberian gap dari pembicara terutama berhubungan dengan audio channel.
·         Masalah yang cukup serius dalam kaitan dengan pemberian gap timbul dalam komunikasi jarak jauh (komunikasi berbasis satelit) karena kelambatan waktu. Akan terjadi gap sekitar 4 detik.
Percakapan.
Tiga fungsi teori percakapan dalam CSCW:
·         Digunakan untuk menganalisa catatan (transkrip), mis. konferensi elektronik. Ini akan membantu memahami seberapa baik partisipan menyalin dengan komunikasi elektronik.
·         Digunakan sebagai petunjuk untuk keputusan desain. Pemahaman percakapan normal antar manusia menghindari kesalahan besar dalam perancangan media elektronik.
·         Dapat digunakan untuk mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan teori.
Struktur percakapan dasar.
Pada tingkat yang lebih tinggi, struktur percakapan dapat dilihat sebagai urutan giliran, biasanya pergantian di antara partisipan.
Konteks
Setiap ucapan dan fragmen dari percakapan sangat tergantung pada konteksyang digunakan untuk menghilangkan ambiguitas dari ucapan.
Ada 2 tipe konteks dalam percakapan:
·         Konteks internal, tergantung pada ucapan sebelumnya.
·         Konteks eksternal, tergantung pada lingkungan.
Breakdown.
Breakdown dalam komunikasi terjadi apabila terdapat perbedaan fokus dari pembicara dan pendengar.
Breakdown ini dapat diperbaiki dengan pertanyaan atau ucapan dari pembicara/pendengar yang dapat menimbulkan fokus dialog yang sama.
Speech act theory.
Merupakan suatu analisis yang detail dari struktur percakapan, biasanya digunakan untuk memberikan petunjuk dalam perancangan Coordinator, yaitu sistem email terstruktur yang komersial.
Komunikasi Berbasis Teks
Dalam groupware yang asynchronous (dan beberapa sistem synchronous), bentuk komunikasi langsung yang dominan adalah berbasis teks.
Komunikasi berbasis teks dalam sistem groupware seperti tiruan dari percakapan, sehingga terdapat beberapa masalah dalam mengadaptasi antara 2 media.
Beberapa masalah yang timbul dalam komunikasi berbasis teks:
1. Back channel, Kehilangan back channel dan nada suara serta bahasa tubuh pembicara.
2. Grounding constraint, Adalah sifat dari channel dimana para pembicara berkomunikasi, meliputi:
·         Cotemporality; ucapan didengar segera setelah diucapkan.
·         Simultaneity; partisipan dapat mengirim dan menerima pada waktu yang bersamaan.
·         Sequence; ucapan-ucapan diurutkan.
·         Dalam sistem berbasis teks, partisipan yang berbeda dapat menyusun simultaneously, tapi kurang cotemporality.
3. Turn taking, Tidak adanya back channel menimbulkan kesulitan bagi pendengar untuk menginterupsi percakapan (turn-taking).
4. Konteks, Hilangnya back channel dan kemungkinan giliran yang overlapping, menyebabkan sulitnya menentukan konteks dari ungkapan tekstual.
5. Hypertext, Berkurangnya langkah dari percakapan berbasis teks berarti bahwa partisipan dipaksa untuk meningkatkan granulity pesan. Ini dapat diatasi dengan pesan multiplexing.
CSCW (Computer Supported Cooperative Work) II.
            Adalah penggunaan komputer dan software untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama dalam sebuah group di mana setiap anggota group menyadari kehadiran anggota lain pada group. Pada Tesis ini telah dilakukan studi terhadap kemungkinan penggunaan CORBA sebagai kanal komunikasi untuk membangun aplikasi CSCW. Dengan menggunakan CORBA, persoalan komunikasi dapat ditangani dengan lebih mudah sehingga pengembang CSCW dapat lebih memfokuskan diri pada level aplikasi.
            FraCollA, sebuah framework berbasis CORBA, telah dirancang untuk mendukung pembangunan CSCW. Rancangan tersebut dituangkan dalam bentu spesifikasi, arsitektur sistem, diagram kelas, dan diagram kolaborasi. Fungsi-fungsi dasar aplikasi Messenger dan Shared Document Editor telah diimplementasikan untuk menguji framework. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi dapat memanfaatkan CORBA sebagai middleware untuk menangani persoalan komunikasi, khususnya untuk membangun fungsi pengelolaan user/group, memelihara group awareness, dan menangani pertukaran pesan dan shared workspace. FraCollA dapat dimanfaatkan sebagai landasan untuk pengembangan framework dan aplikasi CSCW yang lebih lengkap. FraCollA dikembangkan dengan menggunakan Java Development Kit (JDK) 1.3 dan Visibroker for Java 4.5, dan beroperasi di lingkunan sistem operasi MS Windows 98. Karena dimplementasikan dengan menggunakan Java dan CORBA, FraCo11A dapat beroperasi di lingkungan sistem operasi lain.
  • Psikoterapi : Psikologi Klinis dalam Intenet
Pengertian psikoterapi
Psikoterapi adalah proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian.
Psikoterapi klinis dalam internet adalah beberapa tes psikologis yang dapat dilakukan secara online, dan psikoterapi dalam internet ini adalah salah satu cara yang dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah secara psikologis melalui internet tanpa bertemu langsung dengan seorang psikolog.

Dampak positif dari psikoterapi klinis dalam internet
            Dampak positif dari psikoterapi dalam internet adalah dapat diakses dengan mudah, dapat diakses oleh siapa saja, dan dapat dilakukan secara berulang-ulang.

Dampak negatif dari psikoterapi klinis dalam internet
            Dampak negatif dari psikoterapi dalam internet adalah karna hal ini dapat ditemui di internet sehingga, hasil yang diberikan tidak terlalu akurat karna tidak bertemu langsung dengan psikolog sehingga tidak dapat mengetahui secara pasti masalah apa yang sedang kita alami. Selain itu dengan adanya psikoterapi secara online ini dapat membocorkan alat tes psikologi.

Kelebihan & kekurangan

Setiap hal memiliki 2 sisi, yaitu psitif dan negatif, tidak terkecuali pada psikoterapi yang dilakukan secara online. Psikoterapi online memiliki kelebihan dan kekurangan.


Kelebihannya :

1. Hemat dan lebih ekonomis, karena terapis dan klien tidak diharuskan untuk bertemu di satu tempat tertentu untuk melakukan terapi.
2. Hemat waktu, karena waktu terapinya fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja.

Kekurangannya :

1. Terapis akan lebih sulit dalam mendiagnosa gangguan yang dialami oleh klien, karena tidak ada interaksi langsung atau bertemu langsung sehingga observasi terhadap kliennya kurang. Informasi yang didapat oleh terapis terbatas pada wawancara tidak langsung.
2. Terapis tidak bisa mengamati secara langsung kondisi klien, bahasa tubuh klien serta mimik muka klien ketika menceritakan masalahnya (kecuali jika melakukan videoconferencing)

Sumber :
http://ronadinark.blogspot.com/2014/01/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam.html
Sumber : http://assuyahada.wordpress.com/2013/11/21/komunitas-online-fungsinya/

Agung putra, Anastasya, Hazeta marchya, Kristina indrayu, Monica Valencia _ 2 PA 15 _  Lulu Mawaddah Wisudawati _ Tugas 3.

No comments:

Post a Comment