Monica Valencia
3pa15
16514836
1. Definisi Kekuasaan
3pa15
16514836
1. Definisi Kekuasaan
Pengertian kekuasaan secara umum adalah yang dikemukakan
oleh Harold D adalah kemampuan pelaku untuk mempengaruhi tingkah laku
pelaku lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku pelaku terakhir menjadi
sesuai dengan keinginan dari pelaku yang mempunyai kekuasaan. Bierstedt menyatakan
pengertian kekuasaan yaitu kemampuan untuk mempergunakan kekuatan. Merumusukan
kekuasaan itu sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran, energy dan
dana yang tersedia utuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari
tujuan lainnya. Kekuasaan di pergunakan hanya jika tujuan-tujuan tersebut
paling sedikit mengakibatkan perselisihan satu sama lain pernyataan dari Nord.
2. Sumber-sumber Kekuasaan
1. Sumber Kekuasaaan antar
Individu (Interpersonal source of power)
A. Kekuasaan formal (Formal power) adalah kekuasaan yang
didasarkan pada posisi individual dalam suatu organisasi. Kekuasaan ini dapat berasal dari :
a. Kemampuan untuk
memaksa (Coercive power)
b. Kemampuan untuk member
imbalan (Reward power)
c. Kekuatan formal (Legitimate
power)
B. Kekuasaan personal (Personal power) adalah
kekuasaan yang berasal dari karakteristik unik yang dimiliki seorang individu. Kekuasaan ini dapat
berasal dari :
a. Kekuasaan karena
dianggap ahli (Expert power)
b. Kekuasaan karena dijadikan
contoh (Referent power)
2. Sumber Kekuasaan Struktural
(Structural source of power)
Kekuasaan ini dikenal dengan istilah inter-group atau inter-departemental
power yang merupakan sumber kekuasaan kelompok
3. Definisi Pengaruh
Menurut Wiryanto pengaruh adalah tokoh formal dan
informal di masyarakat yang memiliki ciri-ciri kosmopolitan, inovatif, kompeten
dan aksesibel dibandingkan dengan pihak yang dipengaruhi
A.Robert & Gilbert menyatakan bahwa pengaruh
adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang saat tidak memiliki
kewenangan untuk mengambil keputusan. Pengaruh adalah bentuk dari suatu
kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya yang dinyatakan juga oleh Bertram J.Otto.
4. Jenis-jenis Pengaruh
Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992 menunjukkan ada sembilan
jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009),
yaitu :
1. Persuasi Rasional (Rational
Persuasion) terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan
alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik
2. Daya-tarik Inspirasional (Inspirational
Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan
suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada
orang lain
3. Konsultasi (Consultation)
terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan
orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana
yang akan dilaksanakan
4. Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation)
terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata
yang membahagiakan
5. Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals) terjadi
jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu
karena merupakan teman atau karena dianggap loyal
6. Pertukaran (Exchange) terjadi jika seseorang
mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada
orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu
permintaan tertentu
7. Koalisi (Coalitions) terjadi jika
seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk agar
orang yang dijadikan target setuju
8. Tekanan (Pressure) terjadi jika seseorang
mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan
yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu
9. Mengesahkan (Legitimacy)
terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya,
kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah sesuai
dengan kebijakan atau aturan organisasi
No comments:
Post a Comment